KTM Telat, Mahasiswa Minggat

Comment

Perkuliahan pada semester 095 sudah memasuki babk akhir. Iabarat seseorang yang sedang membaca buku, sudah memasuki bab akhir. Namun sejatinya infrastruktur yang diperlukan mahasiswa ada yang belum lengkap meliputi pelayanan sarana dan prasarana. Kali ini mahasiswa baru yang dirugikan, sebut saja kartu mahasiswa. (coba kalimat u yg ini diubah, agar lebih enak dibaca). Benda berbentuk persegi panjang yang membuktikan status sebagai mahasiswa (langsung aja KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Emang dalam bahasa indonesia ada cara memperpanjang kata, tapi tidak semua serta merta bisa diperpanjang. Klo mau tahu, nanti kita bisa ngobrol lagi) ini masih belum rampung diselesaikan oleh pihak kampus. Turunnya kapan saja masih belum jelas, padahal kartu ini sangat fundamental peranannya bagi mahasiswa, terutama yang mendapat beasiswa. Akibat ketidak pastian ini timbullah sebuah masalah serius, dimana ada mahasiswa yang keluar karena tidak bisa mengambil beasiswa yang diperolehnya.

Usut punya usut, mahasiswa ini berasal dari jurusan Ilmu Kesejahteraan Keluarga  FT UNJ yang juga sebagai penerima bidik misi 2011 (dapet wawancaranya kan sama si mahasiswa. Ini yang pentinng lo) Kartu tanda mahasiswa yang sekiranya diuntegrasikan juga sebagai alat untuk bertransaksi dana beasiswa bidik misi ini membuat si mahasiswa kesusahan. Pasalnya dana tersebut ia gunakan untuk kehidupan sehari-harinya. Karena di samping tempat tinggalnya jauh, di daerah Jawa Timur, orang tuanya pun sudah tak sanggup mengiriminya uang.

Samsi, salah satu staff pembantu rektor tiga menjelaskan bahwa lamanya  pencairan dana bidik misi bukanlah berasal dari pihak kampus melainkan dari kementrian pendidikan dan kebudayaan yang belum mentransfer dananyake rekening kampus. “kami tidak bermaksud menimbun dahulu dana bidik misi, apabila dananya sudah turun ya kami akan segera mentransfer ke tiap-tiap mahasiswa”. (coba lebih diperhatikan lagi, bagaimana cara pengutipan langsung. Contohnya bisa u lihat dikoran) Sedangkan menurut salah satu staff BAAK (who) memberikan keterangan bahwa pembuatan kartu mahasiswa  tidaklah telat karena memang kami tidak menjanjikan kapan KTM akan terbit. Salah satu yang membedakan dengan kampus lain perihal pembuatan KTM, bahwa UNJ tidak menggunakan sistem yang langsung jadi seperti kampus lain. Misalnya UGM, Unpad, dan  sebagainya. Perbedaan sistem pembuatan KTM ini memang sudah sedari dulu terjadi. (klo memang u wawancara, dijadiin kutipan lagsung aja.)

.           Dengan adanya masalah ini dan sulitnya penyelesaian yang dilakukan, membuat mahasiswa ini pasrah dan memutuskan untuk keluar. Pihak jurusan IKK (Ilmu Kesejahteraan Keluarga), (ini ada wawancaranya ngga) pasalnya tidak bisa memberikan bantuan lebih pada mahasiswa ini. Jurusan hanya bisa merekomendasikan untuk mempercepat pencairan dana beasiswa bidik misi. Sedangkan forum bidik misi yaitu suatu organisasi mahasiswa penerima bidik misi, kabarnya sudah mengetahui masalah ini, tapi ironisnya masalah ini belum ada ujungnya. Mungkin hanya dilayani sebatas respon saja atau memang dibiarkan.

Forum bidik misi pun kurang sosialisasi dan tanggap (ada wawancaranya ngga. Klo ngga ada, akan terlihat seperti asumsi u) terhadap masalah ini. Seharusnya forum ini bisa memberikan dana pinjaman sementara kepada mahasiswa tersebut. Bukankah forum bidik misi memilik kas dari tiap-tiap penerima bfidik misi yang  memberi iuran Rp 60.000 tiap semesternya. Coba bayangkan jika mahasiswa penerima bidik misi di UNJ untuk angkatan 2010 berjumlah 450 orang, apabila dikalikan Rp 60.000 sudah berjumlah Rp .27.000.000 tiap semesternya.  Tapi nasi sudah menjadi bubur. Itulah sebutan yang pantas untuk  masalah ini. Sosialisasi yang kurang dan penanganan permasalahan yang sulit menjadi atributnya.

Keluarnya mahasiswa IKK ini berimplikasi pihak kampus segera membuatkan buku tabungan bagi para mahasiswa baru yang menerima beasiswa bidik  misi. Diharapkan dengan keluarnya buku tabungan ini dapat menjadi pengganti sementara ktm yang belum jadi.  Namun yang jadi permasalahannya  sekarang sampai kapan UNJ akan tetap menggunakan system pengambilan KTM yang seperti ini? (coba dah bahasa-bahasa tanya dihilangkan dulu) Kita hanya bisa berharap masalah seperti ini hanya ada sekali saja dan ke depannya harus ada peningkatan perbaikan kualitas terhadap kinerja serta pelayanan Kartu Mahasiswa agar dapat digunakan tanpa ada masalah seperti ini.

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Discussion about this post