“Halaman Kuning” Pergantian Musim

4 Comments

Pergantian musim sering membawa dampak buruk, misalnya penyakit atau bahkan kebakaran hutan. Melalui performance art, mahasiswa Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ-SR) berusaha mengingatkan orang-orang untuk mempersiapkan diri.

Angga A. M. segera mengenakan sepatu roda ketika namanya disebut. Dengan sepatu itu dia segera meluncur dari depan Fakultas Ilmu Sosial menuju persimpangan di samping Arena Prestasi. Di tempat itu dia berhenti sambil memegang sebuah instalasi untuk menjaga keseimbangan. Setelah mendapatkan keseimbanganya lagi, mahasiswa UNJ-SR 2012 itu kembali meluncur.

Bukan pekerjaan mudah memang. Kali ini Angga tampak kesulitan mengendalikan papan beroda yang dibawanya karena permukaan jalan bagian pinggir menurun. Beruntung wadah cat yang diletakkan di atas papan tidak tumpah. Angga pun memperpendek tali tampar yang menjadi kemudinya atas papan agar lebih mudah dikendalikan. Lalu meluncur dengan cepat menuju ujung tembok mural di gedung F.

Sejumlah mahasiswa yang penasaran dengan aksi tersebut segera menyusul. Mereka mendapati Angga sedang menuliskan kata “PANCAROBA” pada sebuah instalasi berbentuk botol. Setelah menuliskan kata tersebut pada kedua sisi instalasi, Angga tiba-tiba menyuguhkan cat kepada orang-orang di sekitarnya.

Dengan cat tadi, Angga mengajak orang-orang untuk berpartisipasi mengekspresikan pandangannya tentang pancaroba. Alhasil, instalasi berbentuk botol yang dipersepsikan sebagai wadah tersebut telah dipenuhi macam-macam gambar terkait pancaroba, salah satunya pohon yang tinggal ranting.

“Ini seni eksperimental,” kata Angga. Dia ingin orang-orang ikut berpartisipasi tidak peduli apakah mereka pernah berkegiatan dalam seni atau tidak. Makanya, untuk menarik perhatian civitas UNJ, dia bermain-main dulu dengan sepatu rodanya. “Sayang udah sore. Kalau masih siang, mungkin bisa lebih banyak lagi yang berpartisipasi,” katanya.

“Partisipasi Pancaroba”, Angga menamai karyanya, merupakan satu dari 21 performance art yang tampil dalam acara Rewind Art #14 pada Jumat (20/11) itu. Acara tersebut diselenggarakan HIMA UNJ-SR dengan melibatkan sejumlah kampus dan komunitas-komunitas performance art lainnya. Di antaranya, Institut Teknologi Bandung, UPI, Institut Seni Indonesia-Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, Trisakti dan lainnya.

Karena bertepatan dengan pergantian musim, Rewind Art tahun ini mengambil tema Pancaroba. “Pancaroba menjadi simbol dari perubahan. Banyak hal yang terdapat dalam pancaroba, mulai dari nyamuk yang menjadi sumber penyakit, atau hujan, angin kencang dan sebagainya,” kata Angga yang juga tergabung dalam kepanitiaan.

Waktu penyelenggaraan acara juga tidak ditentukan dengan sembarang. Mereka membutuhkan alat ukur untuk mengetahui waktu pancaroba. Sehingga dibuat sebuah kincir angin berukuran empat meter yang akan dipasang di gedung F sebagai alat ukurnya. “Kalau kincirnya jatuh, berarti ada anginnya sangat kencang. Itu menandakan terjadinya perubahan musim,” jelas Angga. Melalui acara itu, Angga berharap orang-orang mempersiapkan dirinya menghadapi pancaroba.

Peringatan yang sama tampaknya diberikan oleh M Haryo Utomo. Mahasiswa UNJ-SR angkatan 2008  yang baru lulus ini mengelilingi UNJ sejak pagi mencari sampah. Sampah tersebut dikumpulkan pada payung besar yang sengaja dibalik, terletak di depan tembok mural gedung F. Pada tumpukan sampah tersebut terdapat kata “Yellow Page”, seolah memberi peringatan mengenai bahaya sampah sebelum memasuki musim yang baru. (DFH, 22/11/2015, foto oleh Aditya Chandra)

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *