Atlet UNJ Bersinar Di Kancah Internasional

No Comment Yet

Giliran Bulan Suci Bawenti (21 tahun) untuk bertanding tiba, dengan langkah pelan ia memenuhi panggilan gelangang pertarungan. Kemudian Atlet UNJ ini berdiri di hadapan lawannya atlet karate dari Malaysia untuk memperebutkan juara ketiga. Tentu Bulan  memiliki keyakinan akan menang karena telah merebut kemenangan dari  atlet Kamboja tiga berbanding dua poin, dan Singapura enam berbanding tiga poin sebelumnya. Namun kekalahannya terhadap atlet Vietnam satu berbanding tiga poin cukup memberikan tekanan untuknya.

“Karena kalau kalah, tidak dapat juara sama sekali. Tapi setelah dikasih motivasi sama coach, akhirnya saya lebih percaya diri dan ikhlas menerima hasilnya nanti yang penting udah usaha dulu,” ujar Bulan menjabarkan cerita perjuangannya sebagai karateka.

Berangkat dengan tekad untuk menang, ia menghadapi atlet Malaysia yang memiliki tubuh tinggi. Tapi Bulan mengetahui bahwa karate itu bukan soal mana yang lebih kuat, melainkan strategi dan kecepatan adalah aspek yang berperan penting. Hasilnya ia berhasil unggul sengit dengan poin satu berbanding nol. Membuatnya berhak membawa pulang mendali perunggu U21 kelas 68 kg.

Indonesia menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan ajang karate paling bergensi di Asia Tenggara 1-6 Mei 2017. South Asia Karate Federation (SEAKF) yang keenam ini diikuti oleh tujuh negara dan ratusan atlet karate.  Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Thailand, Kamboja, Indonesia, dan Malaysia. Unit Kegiatan Olahraga  Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengirimkan 2 karateka lainnya selain Bulan Suci Bawenti.  Rahmad Dharmawan untuk kelas Senior Men Kata dan Ervikha Sanahty di kelas U21 Female Kata.

Prestasi Bulan Suci menjadi salah satu penyumbang prestasi untuk Unit Kegiatan Olahraga (UKO).  Terdapat ratusan prestasi yang telah diraih oleh atlet kiriman UKO tiap tahunnya. Sejak penghujung tahun 1985, berdirinya UKO ditujukan sebagai wadah dan sarana bagi Mahasiswa UNJ untuk meraih prestasi dalam bidang olah fisik.

Namun, masalah yang dihadapi UKO adalah pemberian apreasiasi terbaik untuk para pencetak prestasi. Saat ini bentuk apresiasi yang mampu diberikan UKO yaitu publikasi melalui banner, dicetak tiap bulan persembahan untuk atlet berprestasi.

Sejalan dengan tujuan dibentuknya UKO, direncakan akan ada pemberian dana hadiah untuk atlet yang berpretasi. “Memang bonus untuk atlet itu tergantung kebijakan klub. Tapi kami berharap supaya nanti bisa ngasih atlet dengan dana prestasi,” kata Muhammad Isa Ansori. Ketua UKO ini juga mengeluhkan kurangnya dana berpengaruh pada penyediaan sarana prasrana yang dibutuhkan untuk latihan 29 cabang olahraga.

UKO juga memiliki berbagai acara perlombaan untuk tingkat universitas. Pekan olahraga UNJ atau biasa dikenal dengan Rektor Cup yang meliputi perlombaan antar tim dari berbagai cabang olahraga. Selain itu adapula seminar tentang keolahragaan.

Sebagai penutup, Mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga ini berpesan kepada seluruh mahasiswa UNJ, “terus berkreasi, jangan jadi kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Ikuti keinginan kalian dengan bergabung unit lain di Gedung G, dan jika ingin melatih diri dengan olahraga, UKO siap menerima.”

Faisal Bahri

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Komentar