Gedung Ungu FMIPA, Riwayatmu Kini

No Comment Yet

Februari lalu, Basuki Tjahaja Purnama yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta meninjau pembangunan lintasan sepeda di Velodrome, Rawamangun. Lintasan sepeda tersebut diperuntukan Asean Games yang akan dilaksanakan 2018. Letaknya satu kawasan dengan Kampus B UNJ.

Pembangunan yang rencananya akan dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk fasilitas Asean Games di Velodrome mengalami singgungan dengan gedung-gedung UNJ. Salah satunya ialah Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang menurut keterangan Komarudin selaku Wakil Rektor II akan dijadikan Wisma Atlet. Tetapi hingga hari ini, tak ada sentuhan alat berat sedikitpun untuk merubuhkan gedung tersebut. Gedung FMIPA bagian depan hanya berisikan perlengkapan kelas yang sudah rusak dan peralatan tak terurus. Sedangkan bagian belakang masih digunakan sebagai laboratorium sementara.

Padahal, dua tahun lalu pihak kampus sudah mengeluarkan ratusan mahasiswa FMIPA dari gedung berwarna ungu itu. Pemindahan aktivitas perkuliahan FMIPA  ke kampus A dinilai tergesa-gesa sebab saat itu gedung yang dijanjikan belum selesai dibangun (baca: www.didaktikaunj.com/fmipa/2015).

Alih-alih merevitalisasi gedung FMIPA di kampus A, akhir Maret 2017 UNJ merubuhkan gedung Wisma, tempat penginapan yang terletak di samping Labschool Jalan Pemuda. (baca: www.didaktikaunj.com/utc/2017)

Seiringan dengan hal itu, isu akan dibongkarnya Gedung Serbaguna (GSG) di Kampus B menjadi isu terhangat di kalangan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dan Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA). Pasalnya, gedung ini rutin dijadikan tempat penutupan Masa Pengenalan Akademik mahasiswa baru. Agenda ini menjadi momentum bagus bagi OPMAWA dan ORMAWA unjuk gigi guna merekrut anggota baru. Sedangkan UNJ sendiri tidak memiliki ruang pertemuan lain yang mampu menampung puluhan ribuan mahasiswa barunya.

Letak GSG tepat berada di depan Gedung FMIPA. Sebagaimana FMIPA, GSG mendapatkan dana hibah dari pemerintah provinsi. UNJ, melalui Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan bergegas mengajak ORMAWA dan OPMAWA berunding mengenai strategi penutupan MPA agar parade tetap bisa berlangsung. Kabarnya, pembongkaran GSG akan segera dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan.

Kemudian awak didaktika menemui unit Peningkatan Perguruan Tinggi (P2T) untuk mengetahui detail pembangunan UNJ. “Lelangnya gagal,” jelas Lukman Arhami selaku Pejabat Pembuat Komitmen saat dikonfirmasi mengenai batalnya pembangunan gedung FMIPA. Kegagalan ini disebabkan tidak bertemunya kesepakatan harga antara Pemprov dengan pihak pengembang.

Dosen program studi Teknik Mesin ini tidak banyak bicara mengenai keberlanjutan nasib gedung FMIPA. Ia banyak membahas tentang dua pembangunan lain yang menjadi fokus UNJ pada 2017. Hal ini pernah disampaikan dalam pidato Rektor di wisuda Maret silam. “Gedung olahraga bekerja sama dengan Pemprov, gedung Parkir Kampus A (di Jalan Rawamangun Muka), dan Labschool Kebayoran,” kata Djaali di depan para wisudawan.

Kini mahasiswa dan dosen FMIPA telah menempati gedung baru yakni gedung Hasyim Asyari. Hanya saja laboratorium belum tersedia secara baik. “Banyak lab yang belum keisi (alat),” keluh Ilham Fauzan Hari Murti atau akrab disapa Fafa. Selain fasilitas, kondisi lingkungan kampus juga menjadi kekecewaan dari mahasiswa prodi Pendidikan Biologi ini. “Kalau di sana (Kampus B) asri pohonnya.”

Senada dengan Fafa, Hakam juga menceritakan kesulitannya selama berkuliah di kampus A. “Saya susah menemukan makhluk hidup untuk praktikum, jadi buat praktik lebih mudah di sana (Kampus B),” jelas Mahasiswa Prodi Biologi ini.

Latifah/Faisal Bahri

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *