​Budaya Cinta dalam Kemanusiaan

No Comment Yet

Bagi Masyarakat Modern Kata “Cinta” setiap saat terdengar. Bahkan anak kecil pun sudah mengerti betul bila mendengar kata tersebut. Orang-orang selalu haus dan merasa kurang mengenai cinta sehingga membuka kesempatan pasar untuk menyajikan konten berupa film, literatur dan musik yang bertema percintaan . Ini membuktikan kehidupan kita tidak bisa dipisahkan dengan Cinta dan Trend percintaan yang telah membenturi masyarakat Modern. Namun Eric Fromm menyatakan bahwa banyak kesalahan yang ditemukan dalam praktek romantisme pada jaman modern. Cinta sendiri bagi Fromm adalah bentuk dari seni. Seperti yang ia tanyakan di pembuka buku. Apakah cinta merupakan seni? Ia mengiyakan dengan memberi pernyataan bahwa cinta adalah salah satu bentuk seni yang kerap kali harus dimengerti dan diperjuangkan.
Tapi Fromm menyayangkan keadaan bahwa orang cenderung ingin dicintai sedangkan orang orang berpikir mencintai adalah hal yang mudah. Hanya butuh objek yang tepat untuk dicintai. Hal ini merupakan buah dari perubahan sejarah. Di Eropa Jaman Victorian (abad 19) orang cenderung tidak memiliki pilihan dalam menentukan cinta dalam pernikahan. Pernikahan tradisional, adalah bentuk ekspansi dari kapitalisme. Lalu muncul gerakan gerakan di pertengahan abad 20 yang menentang pemikiran terdahulu. Menyuarakan kebebasan dalam cinta. 

Buku ini terbagi ke empat bagian, yaitu 

Pembukaan yang merupakan pengutaraan inti masalah. Pentingnya pemikiran masyarakat luas pentingnya cinta, opininya mengenai perubahan jaman seiring dengan perkembangan trend percintaan, dan di akhiri dengan pernyataan “cinta adalah seni”

Seni hanya sesudah kita melakukan sejumlah praktek, hingga apa yang kita ketahui secara teoritik berpadu menjadi sati dengan temuan temuan yang didapat dari praktem berpadu menjadi intuisi pangkal dari segala penguasaan seni. (hlm. 17)

Lalu bagian kedua yang paling panjang menurutnya, ialah Teori Cinta. Cinta merupakan jawaban atas pertanyaan eksistensi manusia. Manusia memiliki rasa rindu terhadap alam, ungkap Fromm. Kita manusia memiliki perasaan kuat untuk menghilangkan kerinduan dan kesepian tersebut karena itu cinta ada khusus untuk manusia. Manusia adalah ciptaan tuhan yang paling superior, menurut fromm jika dibandingkan dengan hewan karena memiliki cinta. Memang hewan juga memiliki cinta namun fromm menegaskan bahwa itu merupaka perpanjangan dari insting hewani.

Kemudian Fromm menjabarkan jenis jenis cinta. Cinta paling murni, bagi fromm adalah cinta ibu pada anaknya. Bentuk cinta yang mewarkan segalanya pada lawan cintanta (anak bayinya) tanpa sedikitpun mengharapkan imbalan atau syarat, syaratmya hanya mengada (menjadi bayi dari ibu itu. Kemudian cinta ayah yang memiliki syaratnya 

Lalu Cinta erotis, yang merupakan cinta antara manusia yang memiliki kedudukan setara, Cinta diri yang merupakan ekstensi dari inti cinta terhadap kemanusiaan karena diri kita merupakan manusia. Cinta terhadap tuhan merupakan bentuk dasar dari rasa kesepian dan ketakutan manusia dalam sisi religius terhadap kekuatan lebih besar di alam. 

Contoh yang diambil oleh Fromm dalam kajian ini adalah masyarakat barat kontemporer. Fromm sendiri banyak mengutip dari sigmund freud. Fromm menggunakan bahasa yang sederhana mungkin namun masih menggunakan refrensi refrensi dari psikologi yang beberapa orang mungkin akan menemukan masalah dalam membacanya. Namun alangkah baiknya buku ini dibaca oleh anak muda guna menajamkan pikiran dan lebih kritis terhadap hal hal yang berhubungan dengan cinta pada manusia. 

Faisal Bahri 

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *