​Halal Bihalal, Menumbuhkan Sifat Mawaddah dan Rahmah kepada Sesama Manusia

No Comment Yet

Kamis (6/7) UNJ menggelar acara halal bihalal antar civitas akademika dengan tema “Hikmah Halal Bihalal Mempererat Persatuan untuk Mencapai Visi Universitas Negeri Jakarta” di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika. Acara ini juga diramaikan dengan ceramah serta dzikir bersama Muhammad Arifin Ilham, seorang ustaz yang sering tampil dalam berbagai acara keagamaan di televisi nasional.
Bukan hanya mahasiswa, dosen, dan karyawan aktif saja yang menghadiri acara ini, namun juga dihadiri oleh rektor yang sudah memasuki masa purnabakti. Diantaranya adalah Conny Setiawan, Soetjipto, serta Bedjo Sujanto. Selain itu, hadir pula politisi yang pernah menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan pada Kabinet Indonesia Bersatu, Fahmi Idris.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Halal Bihalal, Deddy Purwana. Deddy yang juga merupakan Dekan Fakultas Ekonomi UNJ dalam sambutannya berbicara mengenai latar belakang dari tema acara ini. “Semangat kebhinekaan di lingkungan UNJ menjadi latar belakang dari acara ini. Semoga lewat halal bihalal, kita bisa bersatu untuk mencapai visi kampus kita ini.” 

Selanjutnya, Djaali, Rektor UNJ juga memberikan sambutannya. Djaali menyatakan dalam sambutannya bahwa acara halal bihalal ini penting bagi civitas akademika di UNJ. “Halal bihalal ini menjadi momentum kita untuk membersihkan dosa-dosa antara sesama manusia sekaligus mempererat silaturahim dan sinergi untuk memajukan kampus kita ini.”

Muhammad Arifin Ilham dalam acara ini menyampaikan materi ceramahnya tentang pentingnya hubungan antara sesama manusia (hablumminnanas) dalam rangka menyukseskan ibadah kepada Allah SWT. “Orang kalau ingin diterima ibadahnya harus mempunyai sifat mawaddah dan rahmah kepada sesama nya, ” kata Arifin dalam ceramahnya.

Ia juga menuturkan bahwa dalam keluarganya juga ditekankan kedua sifat tersebut. “Alvin, anak saya, tutur katanya lembut dan tidak pernah membentak kepada kedua orang tuanya karena saya sudah membiasakan mawaddah dan rahmah kepadanya,” tutur Arifin. Menurut Arifin, mawaddah adalah bentuk kasih sayang kepada sesama manusia secara fisik (dari tingkah laku), sedangkan rahmah adalah bentuk kasih sayang kepada sesama manusia secara batin (dari hati nurani).

Arifin dalam ceramahnya juga menjelaskan pentingnya halal bihalal. Menurutnya, halal bihalal dijadikan ritual untuk menyucikan hubungan kepada Allah SWT serta hubungan sesama manusia lewat berjabat tangan. “Ramadhan, artinya pembakaran, Allah membakar dosa-dosa kita supaya kita menjadi manusia yang lebih baik. Bagaimana caranya? Ya lewat halal bihalal setelah Ramadhan ini,” ujarnya.

Terakhir, dalam ceramahnya Arifin menjelaskan ibadah-ibadah dalam Islam menjadi mesra karena terdapat dimensi sosial dalam ibadah tersebut. “Dalam haji, wukuf adalah gladi bersih kita berkumpul di Padang Mahsyar pada hari akhir nanti, bertemu dengan orang-orang yang belum pernah kita temui sebelumnya dan bersosialisasi dalam wukuf tersebut,” ujarnya. Ia juga menjelaskan halal bihalal termasuk ibadah yang terdapat dimensi sosial di dalamnya, karena bisa saling memaafkan antar sesama manusia serta mempererat hubungan silaturahmi.

Sunitro, salah satu panitia halal bihalal yang juga seorang karyawan di Fakultas Ekonomi menuturkan bahwa acara halal bihalal ini bermanfaat baginya. “Ya, bisa bertemu dengan rekan-rekan lama saya disini, saling bermaaf-maafan, terus juga ada ceramah dari Ustaz Arifin bisa menambah keilmuan saya juga tentang agama,” tuturnya. Sunitro juga menjelaskan kepanitiaan halal bihalal ini diadakan secara bergiliran tiap tahunnya. “Untuk tahun depan, dari Fakultas Ilmu Sosial yang akan menyelenggarakan acara halal bihalal,” tambahnya.

M. Rizky Suryana 

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Komentar