​Komunitas Terbayang ala Indonesia

No Comment Yet

Apa itu nasionalisme? Mengapa kini kata nasionalisme begitu memiliki peran yang kuat dalam masyarakat? Seakan-akan kata tersebut seperti sebuah suplemen. Ben Anderson mendefinisikan bangsa (nation) ia adalah komunitas politis dan dibayangkan sebagai sesuatu yang bersifat terbatas secara inheren sekaligus berkedaulatan. Bangsa adalah sesuatu yang terbayang karena para anggota terkecil sekali pun tidak bakal tahu dan takkan kenal sebagian besar anggota lain, tidak akan bertatap muka dengan mereka itu bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka. Namun toh di benak mereka setiap orang yang ada di dalam bangsa itu hidup dalam sebuah bayangan tentang kebersamaan mereka. 
Menurut Ben Anderson faktor pembentuk nasionalisme itu melalui bahasa dan kapitalisme cetak. Dalam buku imagined community ia menjelaskan ketika sebelum abad 15 dunia sangat dipengaruhi oleh dogma Gereja, bahasa latin menjadi bahasa yang agung bahasa yang hanya dimengerti oleh kaum kaum bangsawan dan kaum Gereja. Pada abad 15 Gutenberg menciptakan mesin yang bernama mesin cetak. Mulai dari situ sejarah dimulai, ketika Martin Luther menerjemahkan Injil kedalam bahasa ibunya yaitu bahasa Jerman. Mulai lah timbul rasa cinta terhadap bahasa ibu dari setiap masing masing bangsa. Mereka mulai senang dengan masa ibunya masing-masing karena itulah bahasa yang mereka ketahui. Bahasa latin sudah tidak seagung dulu. 

Bahasa mempengaruhi nasionalisme mengapa? Karena bahasa itu memiliki daya tarik sendiri dalam sebuah bangsa, bahasa dapat mencirikan bangsa itu sendiri. Mulai dari situlah bahasa menjadi sesuatu agung. Inggris melalui imperialismenya menyebarkan bahasanya di negara jajahannya sehingga, bahasa Inggris kini dianggap sebagai bahasa internasional bahasa yang menyatukan dunia. Bangsa Indonesia sendiri juga pada waktu itu menolak bahasa Belanda di Indonesia karena bangsa Indonesia merasa Indonesia mempunyai identitas bahasanya sendiri.

Dari sini kualitas banyak sekali rentetan buku yang ditulis melalui bahasa ibu setiap daerah. Melalui buku-buku ini timbulan yang suatu komunitas terbayang yaitu para pembaca buku yang sama, para pembaca itu membuat suatu komunitas – komunitas untuk berbagi apa yang mereka  d baca. Komunitas itulah yang membuat rasa nasionalisme semakin kuat.

Jika kita melihat konteks nasionalisme di Indonesia, bagaimana pertama kali bangsa Indonesia mengagungkan nasionalisme pada saat ini. Upacara bendera dianggap suatu nasionalisme, ikut dalam kegiatan TNI dan lain sebagainya. Nasionalisme sendiri dianggap sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk melindungi negara. Nasionalisme bisa menjadi racun, nasionalisme dapat dijadikan alat untuk mempertahankan kekuasaan. 

Menurut saya nasionalisme tidak jauh berbeda dengan solidaritas, hanya saja nasionalisme tertuju kepada bangsa (negara). Nasionalisme terlalu mudah untuk dikelabui, oleh para penguasa yang dengan bermodalkan bela negara. Dengan membawa nama nation (bangsa) sifatnya jadi sangat agung dan mudah untuk mengikat seseorang yang termasuk dalam negara tersebut meskipun ia sendiri tidak mengindahkan nasionalisme itu sendiri.

Terbukti di Indonesia mengapa Papua masih berada di Indonesia, apakah karena Papua memiliki rasa nasionalisme yang sama dengan pulau yang lain? Menurut saya tidak, Papua hanya dimanfaatkan oleh Indonesia karena banyak sumber daya alam yang dapat dikeruk dari sana. Papua dipaksa nasionalisme nya oleh Indonesia. Lalu yang terjadi pada pulau Timor Timor, Indonesia merasa Timor Timor tidak memberikan keuntungan terhadap Indonesia maka itu Indonesia mau melapeaskan Timor Timor, lalu mana nasionalisme Timor Timor? Negara hanya mengambil keuntungan, nasionalisme hanya sebagai alat.

Uly Mega Septiani 

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *