Aksi Solidaritas untuk Pedagang Mendapatkan Represi dari Satpam

No Comment Yet

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengadakan aksi solidaritas menolak kebijakan rektorat untuk menggusur kantin di parkir spiral UNJ, Jum’at (7/7). Aksi ini berupa ajakan kepada para mahasiswa untuk jajan dan ‘nongkrong’ di kantin tersebut.

Sayangnya, disela persiapan aksi, dua mahasiswa dibawa ke dalam kantor Satpam dan diinterogasi setelah mencoret sebuah spanduk bekas dengan pilok bertuliskan TOLAK PENGGUSURAN PEDAGANG. “Kami ditanya ngapain buat begituan (aksi)? Nadanya  interogatif dan agak tinggi. Kami jawab bahwa kami membela pedagang, satpamnya nanya balik, buat apa? Gak usah sok-sokan jadi pahlawan lah. Bahkan kami ditanya dibayar berapa sama pedagang,” kisah Aulia Daie Nichen, salah satu yang dipanggil.

Beberapa menit kemudian Lepot, kepala Satpam mendatangi para pedagang di kantin spiral. Andi (38) salah satu penjual siomay mengaku bahwa ia ditanya dengan nada tinggi. “Kamu sudah dikasih tempat di sini enggak bayar listrik dan air,” ungkapnya meniru sang Satpam. “Padahal kalau listrik sudah ada yang koordinir,” lanjutnya. Andi sendiri sudah mengenal cukup dekat Lepot dan  memaklumi  situasinya saat itu. “Mau gimana lagi? Dia bertugas, saya juga gak enak sebelumnya sudah kenal dekat, dia juga sering jajan disini,” lirihnya. Tim Didaktika berusaha mewawancara Lepot, namun beliau tidak merespon pertanyaan tentang kejadian itu.

Aksi tetap dilanjutkan dengan membagi masa ke dalam dua bagian. Bagian pertama keliling kampus dari pukul tiga hingga enam sore dan dilanjutkan dengan menyalakan lilin hingga pukul delapan malam. Sementara bagian kedua dialog dengan Wakil Rektor II mulai pukul setengah enam sore hingga jam delapan malam.

Tuntutan aksi solidaritas ini meminta agar pihak kampus mengizinkan pedagang di kantin spiral tersebut untuk berjualan di lingkungan kampus. Mahasiswa telah mengusulkan pedagang diberikan lapak sementara di belakang gedung Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Lalu setelah parkiran spiral rampung pedagang tersebut diperbolehkan berdagang di kantin yang rencananya akan disediakan.

Parkiran spiral jadwalnya akan direnovasi pada 21 Juli 2017. Renovasi tersebut  akan menyediakan kantin di lantai satu. Sedangkan lantai dua sampai tiga untuk parkiran motor, lantai empat sampai lima untuk parkir mobil dan lantai atas untuk perkantoran. Namun para pedagang resah akan nasibnya nanti bila menjelang pembangunan. Salah satunya Pakmin ia mengaku tidak tahu lagi harus berjualan di mana saat pembangunan maupun setelah pembangunan. “Penghasilan (saya) dari berjualan itu saja,” ucapnya. Ia  juga mengharapkan solusi dari pihak kampus untuk usahanya ke depan. “Kita juga nggak menolak pembangunan. Kita cuma minta solusi, ini digeser kemana gitu. Jangan terus hilang begitu saja,” lanjutnya.

M. Muhtar

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Komentar