Roadshow KPU UNJ Dianggap Menganggu  

Comment

 

Program Pendidikan (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab kembali menggelar acara tahunan dengan tajuk Semarak Festival Arab. Dalam acara yang telah diselenggarakan selama tujuh tahun terakhir ini, panitia mengadakan berbagai lomba, seperti pidato dalam Bahasa Arab, kaligrafi, debat dalam Bahasa Arab, dan hadirah. Acara ini berlangsung selama empat hari yaitu mulai dari 19—22 November 2017 dengan pendaftar lomba sebanyak 928 orang.

Pada hari kedua (20/11/2017), berlangsung lomba pidato dengan peserta sebanyak 60 orang. Acara tersebut diadakan di depan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).  Satu persatu peserta lomba berpidato di atas Panggung FBS  untuk dinilai oleh juri yang berada di hadapan para peserta untuk menilai kemampuan berpidato para peserta.

Bertepatan dengan acara tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan roadshow perkenalan calon  ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ). Acara tersebut merupakan rangkaian acara yang diadakan oleh KPU dalam rangka pemilihan umum BEM UNJ periode 2018—2019 yang akan dilaksanakan pada 27—29 November 2017.

Kandidat BEM UNJ dan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam KPU, berkeliling UNJ dengan menggunakan mobil pengeras suara. Berdasarkan keterangan dari Sulistiawan Rizki, ketua KPU, roadshow merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan calon-calon ketua BEM UNJ kepada seluruh mahasiswa UNJ yang berada di kampus A. Sebab, kampus A UNJ merupakan kampus utama UNJ yang wilayahnya lebih luas dibandingkan dengan kampus-kampus UNJ lainnya. Maka dari itu, dibutuhkan roadshow dan alat pengeras suara karena jangkauannya lebih luas. “Makanya, kita pilih Mobil Sound,” tambahnya.

Foto: Didaktika

 

Sayangnya, roadshow tersebut dianggap mengganggu acara yang diadakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Habibah Nabila, salah satu peserta lomba pidato Semarak Festival Arab, mengungkapkan kekecewaannya terhadap roadshow yang berlangsung bertepatan dengan acara lomba yang dia ikuti. “Sangat ga efektif kalau acaranya bentrok seperti ini,” ungkapnya.

Habibah menambahkan bahwa beberapa peserta lomba pidato mungkin akan terganggu dengan suara yang dikeluarkan dari roadshow tersebut. “Bisa-bisa ga fokus saat pidato di depan,” ujar Habibah. Ia juga melihat bahwa peserta yang paling merasa terganggu adalah peserta lomba pidato dengan nomor urut 50 dan 51. “Pas nomor urut 50 dan 51 itu suara dari roadshow itu lagi kencang-kencangnya,” jelasnya.

Selain peserta lomba pidato, panitia penyelenggara Semarak Festival Arab juga mengeluhkan hal yang sama terhadap roadshow itu. Terlebih, menurut pengakuan Okta Mega, salah  satu panitia acara tersebut, mengaku tidak ada koordinasi atau permintaan maaf dari panitian roadshow karena mengganggu acara yang diselenggarakan oleh prodinya.

Menanggapi hal tersebut, ketua KPU UNJ mengaku sebelumnya ia tidak mengetahui  roadshow itu akan bentrok dengan Semarak Festival Arab. Menurutnya, karena tidak mungkin untuk mengundur roadshow tersebut. Akhirnya, ia hanya menyampaikan pada seksi acara roadshow tersebut untuk mengecilkan suara pembawa acara yang berada di atas mobil pengeras suara. Namun, pembawa acara tetap melanjutkan berbicara. “Sepertinya ada missed komunikasi tadi,” belanya.

Sulistiawan mengaku bahwa KPU sempat ditegur oleh panitia Semarak Festival Arab karena dianggap menggangu.  Setelah adanya teguran tersebut, pembawa acara dan kandidat ketua BEM UNJ berhenti berbicara melalui pengeras suara. Kemudian mobil yang ia tumpangi bergerak menjauhi titik acara tersebut, yaitu di depan Prodi Teknik Mesin.

Sampai teguran itu dilontarkan, pihak KPU belum meminta maaf kepada panitia penyelenggara Semarak Festival Arab. “Mungkin nanti setelah roadshow selesai,” ucapnya.

 

Yulia Adiningsih

 

 

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Discussion about this post