Hilangnya Hak Pejalan Kaki

Comment

Banyak pejalan kaki di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang mengeluhkan terganggunya mobilitas mahasiswa dalam beraktivitas.

UNJ sedang melakukan banyak pembangunan, seperti pembangunan parkiran utama spiral dan pembangunan University Training Center (UTC). Pembangunan yang berbarengan tersebut menyebabkan penumpukan area parkir, seperti yang terjadi di parkiran depan dan belakang UNJ, sampai ke area kantin dekat Gedung G.

Seperti yang dikatakan oleh Apenungsky, mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi, dia merasa terganggu dengan parkiran yang memakan jalur pejalan kaki. “Ini (pembangunan) memang menyebabkan sempitnya akses untuk pejalan kaki,” imbuhnya. Padahal sebelum pembangunan, akses pejalan kaki juga sudah menjadi permasalahan. Ditambah lagi, dengan pembangunan yang sekarang dilakukan .

Kemudian masalah lain yang muncul akibat sempitnya akses pejalan kaki, yaitu kerisihan. Selain itu, Bayu, mahasiswa Fakultas Teknik (FT), ia merasa risih berjalan di sekitar  Gedung Pascasarjana. “Dikit-dikit diklaksonin,” imbuhnya. Ditambah lagi, di area pascasarjana hingga Gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS) tidak ada trotoar. Meski terdapat trotoar di depan Gedung Seni Rupa, itu pun digunakan untuk parkir mobil.

Senada dengan Bayu, mahasiswa Prodi Humas 2016 Lovely menuturkan tentang kerisihannya ketika sedang berjalan kaki; ia diklakson dan sebagainya. “Parkiran yang ada di depan Gedung G sangat semrawut. Mengganggu akses pejalan kaki,” ujarnya.

Padahal perihal penggunaan trotoar ini telah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 (UULAJ) Pasal 131 Ayat 1. Di dalamnya, dijelaskan ketersediaan trotoar dibuat sebagai bentuk pemenuhan hak bagi para pejalan kaki.

Salah satu petugas parkir Hariyanto menyadari tentang terkikisnya jalur pejalan kaki. “Tapi maklum aja, namanya juga sedang membangun.”

Berdasarkan keterangan Peningkatan Perguruan Tinggi (P2T) Sofyan, pembangunan spiral dipercepat karena Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) mengira bangunan itu terbengkalai. Ditambah lagi, pembangunan UTC baru memperoleh tender setelah melewati beberapa prosedur.

Ia menuturkan bahwa masterplan untuk pembuatan  trotoar yang nyaman sebetulnya sudah ada sejak 2012. “Namun, terkendala oleh pendanaan,” ujarnya. “Saya juga meminta maaf kepada mahasiswa jika untuk sementara UNJ ini berantakan,” ucapnya. Kemudian berbicara soal parkiran yang menggerus hak pejalan kaki, dia berharap pembangunan spiral sudah bisa digunakan pada Januari 2018 sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Penulis : Ahmad Qori Hadiansyah; Ilham Abdullah

Editor : Lutfia Harizuandini

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Discussion about this post

%d blogger menyukai ini: