English Rain, Menilik Humanisme dalam Sebuah Lagu

Comment

‘Cause they say home is where your heart is set in stone

Is where you go when you’re alone

Is when you go to rest your bones

 

Demikian penggalan dari salah satu lagu dalam album pertama Gabrielle Aplin, English Rain, yang berjudul Home. Lagu ini menceritakan tentang kerinduan dan pujian sang musisi terhadap rumah. Pendengar seakan diajak untuk menginterpretasikan “rumah” apa yang dimaksud oleh Aplin dalam lagunya. Lirik lagu yang metaforis, yaitu memasukkan analogi “rumah adalah tempat dimana hatimu berada,” dalam salah satu barisnya serta iringan suara dari gitar dan sesekali cello menambah kesyahduan dari lagu ini.

Sebelum menerbitkan albumnya yang berjudul English Rain pada 2013, Aplin merupakan seorang coverist yang menyanyikan lagu-lagu dari musisi terkenal, yaitu Paramore dan lainnya di YouTube. Penyanyi kelahiran 10 Oktober 1992 merupakan pribadi yang santai sekaligus ceria dalam membawakan setiap lagunya.

Dalam albumnya, ia menyisipkan 12 lagu dengan cita rasa yang berbeda. Ia juga memasukkan beberapa instrumen musik sebagai ciri khas dalam lagunya. Keep on Walking serta November, salah satu lagunya disisipi instrumen drum yang menggambarkan betapa energiknya lagu ini. Selain itu, Salvation yang diiringi dengan piano menjadikan lagunya begitu mengalun dengan tenangnya.

Menurut Aplin, Salvation mengisahkan tentang sesuatu atau seseorang yang masuk dalam hidupmu di saat yang tepat dan membantumu untuk mengatasi situasi mendesak atau tidak terpecahkan tanpa diminta. Sesuatu atau seseorang itu bisa berarti apa saja, entah saudara, kekasih, orang tua, keadaan yang menguntungkan, sampai Tuhan. Tergambar dengan jelas dalam salah satu barisnya, I never meant to fall for you, but I was buried underneath.

Unsur romantis yang dibawakan oleh Aplin cukup kental dalam album ini. Dalam lagu Please Don’t Say You Love Me, Aplin memberikan pesan bahwa pada hubungan percintaan, seharusnya manusia mempunyai kebenaran dalam bersikap. Power of Love juga menceritakan tentang kekuatan cinta untuk orang yang kita sayangi. Ruh percintaan dalam lagu ini menguat seiring dengan latar Aplin yang merupakan gadis remaja.

Aplin juga cerdas dalam membuat pendengarnya untuk tidak terjebak dalam nuansa gender. Ia sebagai penulis memilah setiap lirik yang menjadikan lagunya diterima oleh semua kalangan. Mungkin bagi beberapa orang, genre folk dalam lagunya terdengar feminim. Namun, jika ditelaah lebih lanjut, Aplin menunjukkan unsur humanisme dalam setiap lagunya.

 

TRACKLIST

  1. “Panic Cord”
  2. “Keep on Walking”
  3. “Please Don’t Say You Love Me”
  4. “How Do You Feel Today?”
  5. “Home”
  6. “Salvation”
  7. “Ready to Question”
  8. “The Power of Love”
  9. “Alive”
  10. “Human”
  11. “November”
  12. “Start of Time”

 

Penulis: Muhammad Rizky Suryana

LPM DIDAKTIKA
Up Next

Related Posts

Discussion about this post

%d blogger menyukai ini: